sekian bulan aq selalu mengamati keadaan ini,
berawal dari kebiasaan naik motor
yang mengharuskanku tiap hari
pulang dan berangkat kantor selalu melewati lampu merah
awalnya saat aq berhenti di lampu merah dekat terminal lama
saat itu secara tidak sengaja aq berhenti didekat
seorang peminta-minta yang mangkal di lampu merah
seorang peminta-minta yang tidak bisa dibilang renta
karena aq lihat dia begitu sehat secara fisik
badannya gemuk dan umurnya sekitar 30 - 40 an
kulihat dia membawa seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 1, 5 tahun
sebenarnya aq kasian juga melihatnya
seorang anak yang harusnya menikmati masa kecilnya untuk bermain
dan istirahat, tetapi justru harus ikut bekerja
dia harus menyerap udara yang begitu kotor tiap harinya
kota jogja yang sempit dan begitu banyak penduduk
mungkin ini hanya sekian dari semua permasalahan yang ada
apakah ini karena tidak adanya kesempatan untuk bekerja
ditempat lain?
ataukah karena tidak adanya kemampuan untuk bekerja yang lain?
atau justru karena rasa malas yang dimiliki
sehingga mereka enggan untuk beralih dan mencari profesi lain??
entahlah…
begitu banyak alasan yang mereka miliki
tapi bagaimana kita bisa mengatasi masalah gelandangan
yang semakin hari semakin banyak
dan mulai mengganggu pemandangan dan keindahan kota
apa yang bisa kita semua lakukan?
karena berawal dari kemiskinan inilah
timbul permasalahan yang lain
dan eksploitasi anak pun mulai terjadi
ya, gambaran kehidupan yang semakin rumit
entah sampai kapan….
yang jelas tiap hari dan hampir tiap pagi
aq melihat ibu itu tetap dengan menggendong anaknya
beberapa bulan kemudian aq lihat hal yang berbeda di diri ibu tersebut
kulihat perutnya membuncit
dan badannya semakin gemuk
tetap sambil menggandeng anaknya
ya..itu itu hamil
aq sendiri gak tau dia hamil anak yang keberapa
tapi dalam hati aq bergumam
kenapa mesti menambah anak jika memang beban
bukannya meremehkan keadaan
tapi dengan satu anak saja mungkin susah untuk menentukan masa depannya
kenapa harus dengan menambah satu lagi?
apakah yakin dia akan mampu memberi kehidupan
yang layak untuk anak- anaknya?
ini pernah aq tanyakan ke temen-temen kantor
jawaban mereka pun beranekaragam
tapi satu yang membuatku tergelitik
adalah jawaban …ya, itulah satu-satunya hiburan yang mereka miliki…
hiii jawaban yang aneh
tapi mungkinkah itu satu-satunya alasan???

1 komentar:
ya ialah, masa ya iya donk, cuma itu hiburan buat mereka, tapi 1 hal, bahwa takdir termasuk rezeki seorang anak manusia sudah digariskan Tuhan...so bukan ibunya yang ngatur2 (orang ternate dek)
Posting Komentar