Selasa, November 04, 2008

KURANG KESEMPATAN ATAU MALAS????

sekian bulan aq selalu mengamati keadaan ini,

berawal dari kebiasaan naik motor

yang mengharuskanku tiap hari

pulang dan berangkat kantor selalu melewati lampu merah

awalnya saat aq berhenti di lampu merah dekat terminal lama

saat itu secara tidak sengaja aq berhenti didekat

seorang peminta-minta yang mangkal di lampu merah

seorang peminta-minta yang tidak bisa dibilang renta

karena aq lihat dia begitu sehat secara fisik

badannya gemuk dan umurnya sekitar 30 - 40 an

kulihat dia membawa seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 1, 5 tahun

sebenarnya aq kasian juga melihatnya

seorang anak yang harusnya menikmati masa kecilnya untuk bermain

dan istirahat, tetapi justru harus ikut bekerja

dia harus menyerap udara yang begitu kotor tiap harinya

kota jogja yang sempit dan begitu banyak penduduk

mungkin ini hanya sekian dari semua permasalahan yang ada

apakah ini karena tidak adanya kesempatan untuk bekerja

ditempat lain?

ataukah karena tidak adanya kemampuan untuk bekerja yang lain?

atau justru karena rasa malas yang dimiliki

sehingga mereka enggan untuk beralih dan mencari profesi lain??

entahlah…

begitu banyak alasan yang mereka miliki

tapi bagaimana kita bisa mengatasi masalah gelandangan

yang semakin hari semakin banyak

dan mulai mengganggu pemandangan dan keindahan kota

apa yang bisa kita semua lakukan?

karena berawal dari kemiskinan inilah

timbul permasalahan yang lain

dan eksploitasi anak pun mulai terjadi

ya, gambaran kehidupan yang semakin rumit

entah sampai kapan….

yang jelas tiap hari dan hampir tiap pagi

aq melihat ibu itu tetap dengan menggendong anaknya

beberapa bulan kemudian aq lihat hal yang berbeda di diri ibu tersebut

kulihat perutnya membuncit

dan badannya semakin gemuk

tetap sambil menggandeng anaknya

ya..itu itu hamil

aq sendiri gak tau dia hamil anak yang keberapa

tapi dalam hati aq bergumam

kenapa mesti menambah anak jika memang beban

bukannya meremehkan keadaan

tapi dengan satu anak saja mungkin susah untuk menentukan masa depannya

kenapa harus dengan menambah satu lagi?

apakah yakin dia akan mampu memberi kehidupan

yang layak untuk anak- anaknya?

ini pernah aq tanyakan ke temen-temen kantor

jawaban mereka pun beranekaragam

tapi satu yang membuatku tergelitik

adalah jawaban …ya, itulah satu-satunya hiburan yang mereka miliki…

hiii jawaban yang aneh

tapi mungkinkah itu satu-satunya alasan???

1 komentar:

Anonim mengatakan...

ya ialah, masa ya iya donk, cuma itu hiburan buat mereka, tapi 1 hal, bahwa takdir termasuk rezeki seorang anak manusia sudah digariskan Tuhan...so bukan ibunya yang ngatur2 (orang ternate dek)

PENGUNJUNG